Pengukuran Besaran Waktu dengan Menggunakan Beberapa Alat Ukur Waktu

Dalam pembuatan suatu rencana atau jadwal, pasti anda menggunakan ukuran waktu. Misalnya, kegiatan anda dalam proses belajar mengajar di Sekolah. Jam pelajaran pertama adalah Matematika, yaitu pukul 07.00 sampai 09.00, kemudian istirahat selama 15 menit dan dilanjutkan dengan pelajaran lain, begitu seterusnya. Apa alat yang digunakan untuk mengukur waktu? Anda pasti langsung menjawab jam.

Jam dan arloji digunakan untuk menunjukkan waktu. Jenis mekanisme dengan jarum penunjuk waktu dan menit baru dibuat pada abad XVII, tetapi manusia telah menggunakan petunjuk waktu selama ribuat tahun.

Satuan standar waktu yang digunakan adalah sekon (s). Selama bertahun-tahun, sekon didefinisikan sebagai 1/86.400 dari rata-rata hari matahari. Standar sekon sekarang didefinisikan lenih tepat dalam frekuensi radiasi yang dipancarkan oleh atom cesium ketika melewati dua keadaan tertentu. Tepatnya, satu sekon didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk 9.192.631.770 periode radiasi ini.

1. Jam Pertama

Pada Sebuah Lempeng Jam Matahari, Posisi Bayangan Menunjukkan Waktu
Tongkat bayangan telah digunakan sekurang-kurangnya sejak 3500 SM. Jam matahari adalah suatu jenis jam bayangan. Anda dapat membaca waktu dengan melihat letak bayangan yang jatuh pada lempeng jam. Tongkat yang memberikan bayangan disebut gnomon.
 
Jam Pasir yang Dibuat pada Abad XVI. Telah Beribu Tahun Jam ini Digunakan untuk Menghitung Kurun Waktu yang Singkat. Jam ini Digunakan Di Gereja, Rumah, dan Kapal
Jam-jam pasir telah digunakan sejak abad pertengahan. Kaca pasir ini masih sering digunakan sebagai penanda waktu merebus telur. Kaca pasir yang besar dibuat untuk menunjukkan periode waktu dari setengah jam atau lebih.

Jam air (clepsydras) digunakan di negeri Arab sejak kira-kira 1400 SM. Waktu di ukur dengan berapa lama waktu yang dipakai untuk mengalirkan air keluar dari suatu tempat melalui sebuah lubang. Bangsa Latin dan Romawi membuat jam air yang lebih rumit, air menetes dari sebuah reservoir ke dalam sebuah alat seperti silinder. Waktu dibaca dari sebuah pelampung.

Untuk menunjukkan waktu, dipakai lampu (dengan tingkat minyak yang menurun karena terbakar secara terus-menerus) dan lilin Raja Alfred yang Agung dari Wessex dikatakan telah memakai lilin untuk memberikan waktu pada abad IX.

2. Jam Mekanik

Jam mekanik yang pertama dibuat pada abad XIV. Jam-jam tersebut tidak mempunyai jarum ataupun lempeng jam, tetapi berdering setiap jam. Jam yang berdetik mulai diletakkan di tempat-tempat umum di kota-kota besar Eropa. Waktu ditunjukkan dengan rantai berat, yang berporos di tengah, dan yang berayun.

Bandul jam ditemukan pada abad XVII. Bandul-bandul ini lebih tepat karena ayunan bandul menjaga ketetapan waktu. Pada mulanya, bandul-bandul tersebut berbentuk pendek. Jam kotak panjang (jam pojok-kamar) pertama kali dibuat pada tahun 1670.

MATERI TERKAIT ðŸ‘‡ðŸ‘‡ðŸ‘‡
Arloji saku menjadi mungkin setelah pada kira-kira tahun 1500 ditemukan “pet” besar (suatu gulungan berputar rapat) untuk memberi kekuatan. Arloji tangan mulai populer kira-kira pada tahun 1900 ketika arloji tersebut dibuat di Pransiss dan Swiss.

4. Jam dan Arloji Modern

Jam mekanis mendapat kekuatan dari sebuah berat yang jatuh pelan atau sebuah pegas yang harus diputar dari waktu ke waktu. Pada abad XIX, pertama kali dibuat jam yang diputar dengan kekuatan listrik dan pada tahun 1918 jam-jam tersebut menggunakan tanda-tanda dari listrik sentral untuk mencatat waktu.

Jam Modern
Sekarang, banyak jam dan arloji menggunakan getaran alam, yaitu 100.000 kali per detik, dalam sebuah kristal kuarsa untuk mencatat waktu dan kekuatannya dihasilkan dari baterai. Bahkan sebuah jam kecil dapat menyerupai komputer kecil, dengan sebuah weker yang terpasang tetap dan jarum yang dapat dihidup-matikan untuk mengukur waktu (stop-watch) dan waktu yang ditunjukkan paparan elektronik digital (yaitu dengan angka).

Cara membaca hasil pengukuran waktu sangat mudah. Anda cukup melihat langsung penunjukan angka yang terdapat dalam alat ukur waktu. Misalnya, anda ingin mengetahui waktu yang dibutuhkan saat berangkat sekolah. Jika anda menggunakan arloji (jam tangan), anda cukup mencatat waktu berangkat dari rumah (misalnya, pukul 06.30) dan waktu tiba di sekolah (misalnya, pukul, 06.50). Dengan mengurangkan waktu tiba di sekolah dan waktu berangkat dari rumah, anda akan mendapatkan hasil pengukuran waktu berangkat sekolah, yaitu, 06.50 – 06.30 = 00.20. Artinya, waktu perjalanan anda menuju ke sekolah adalah 20 menit.
 
Stopwatch Analog
Anda akan lebih mudah lagi jika mengukur waktu menggunakan stopwatch. Ketika anda berangkat dari rumah dan memencet tombol start pada stopwatch dan memencet tombol stop setibanya di sekolah. Anda tinggal membaca hasil ukurnya pada layar stopwatch.

Sumber : Purwanto, B & Azam, M. 2014. Fisika 1 untuk kelas X SMA dan MA Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam “Kurikulum 2013”. Solo: PT Wangsa Jatra Lestari

Pengukuran Besaran Waktu dengan Menggunakan Beberapa Alat Ukur Waktu

0 Comments:

Post a Comment