Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts

Mengenal Macam-macam Tulang Pada Manusia dan Contohnya

Tulang disebut juga alat gerak pasif karena digerakkan oleh otot. Akan tetapi tulang tetap mempunyai peranan penting karena gerak tiadak akan terjadi tanpa adanya tulang.

Macam-macam tulang berdasarkan bentuknya

Berdasarkan bentuknya tulang dapat dibedakan menjadi tiga macam yakni tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

Tulang Pipa

Tulang ini disebut tulang pipa karena bentuknya seperti pipa, yaitu bulat memanjang, dan bagian tengahnya berlubang serta berbonggol di kedua ujungnya. Tulang pipa bagian dalamnya berisi sumsum kuning dan sumsum merah. Bagian luarnya dilapisi jaringan ikat (periosteum). Tulang ini dapat ditemukan pada  anggota gerak, yaitu tangan dan kaki. Jenis tulang ini berfungsi untuk memfasilitasi pergerakan dengan bekerja sebagai tuas. Contoh tulang pipa adalah tulang lengan, tulang paha, tulang ruas jari.

Tulang Pipih

Seperti namanya, tulang pipih memiliki bentuk pipih dan sedikit melengkung. Di dalam tulang pipih terdapat sumsum merah. Sumsum merah merupakan tempat produksi sel darah merah dan sel darah putih. Tulang pipih berfungsi melindungi organ vital kita dan meningkatkan area pelekatan otot. Contoh tulang pipih antara lain tulang rusuk, tulang dada, tengkorak, tulang belikat, tulang panggul, dan tulang dahi.

Tulang Pendek

Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek, sehingga disebut sebagai ruas tulang. Didalam tulang pendek ini terdapat sumsum merah. Tulang ini berfungsi untuk memberikan kekuatan pada area yang memiliki pergerakan terbatas. Contoh tulang pendek adalah ruas-ruas tulang belakang, tulang pada pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.

Macam-macam Tulang berdasarkan Strukturnya

Berdasarkan strukturnya tulang dapat dibedakan menjadi dua macam yakni tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago atau kondrion)

Tulang Rawan (Kondrion atau Kartilago)

Jenis tulang ini memiliki sifat yang lentur. Ruang antar sel tulang rawan berisikan banyak zat perekat dan sedikit zat kapur, hal ini yang menyebabkan tulang rawan bersifat lentur. Pada masa pertumbuhan, terutama  masa bayi tulang-tulang masih berupa tulang rawan. Beberapa bagian, misalnya pada bagian ubun-ubun, masih belum tertutup. Semakin lama, ruang antar selnya akan berisikan zat kapur sehingga semakin bertambah keras hingga berubah menjadi tulang keras. Pada ujung tulang terdapat cakra epifisi, yang teridiri dari sel-sel tulang rawan yang aktif membelah. Dengan adanya cakra episis tersebut, tulang dapat bertambah panjang.

Pada bagian tertentu, tulang rawan tetap sebagai tulang rawan karena matriksnya tidak mengalami penulangan. Contohnya pada daun telinga, cuping hidun, sendi, dan antar ruas tualang belakang.

Tulang Sejati (Tulang Keras atau Osteon)

Bersifat keras dan berfungsi menyusun berbagai sistem rangka.Tulang sejati atau tulang keras tersusun atas jaringan ikat yang padat dan matriks tulang. Matrik tulang adalah bahan yang mengisi ruang-ruang  di antara sel-sel tulang. Matrik tulang keras berupa zat kapur, protein, dan sedikit zat perekat, yaitu zat kolagen. Zat kapur tersebut terdapat dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat Ca3(PO4)2. Oleh karena itu, tulang sejati bersifat keras dan tidak lentur. Pada orang dewasa, kadar zat  kapur lebih tinggi daripada anak-anak sehingga tulang orang dewasa lebih keras dibandingkan tulang anak-anak. Sebaliknya, tulang anak-anak mengandung zat perekat lebih banyak daripada orang dewasa. Oleh sebab itu jika terjadi kecelakaan pada anak-anak dan orang dewasa yang menyebabkan patah tulang. Tulang anak-anak memiliki waktu pemulihan lebih cepat dibandingkan orang dewasa.

Bagian luar tulang tertutup oleh selapis jaringan ikat liat yang disebut periosteum. Lapisan ini merupakan tempat melekatnya otot. Periosteum berfungsi dalam pertumbuhan tulang, terutama untuk mensuplai  makanan dan menyambung tulang yang patah atau retak. Pada penampamg melintang tulang keras tampak kelompok lingkaran. Lingkaran itu berlapis-lapis, mengelilingi saluran Havers atau sistem havers. Di dalam saluran Havers ada pembuluh darah yang memberikan makanan pada sle tulang keras (osteosit) yang terletak pada setiap lingkaran.

Ditinjau dari sifat bahan penyususunnya tulang keras dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu tulang kompak dan tulang spons

Tulang kompak

Bahan penyusun tulang kompak bersifat rapat dan padat. Tulang ini memiliki karakteristik, yaitu tulang tersusun konsenris mengelilingi saluran Havers, tidak terdapat rongga, melapisi tulang spons atau tulang pipa.

Tulang spons

Bahan penyususunnya berongga. Tulang ini memiliki karakteristik, yaitu tulang tidak konsentris, banyak mengandung rongga yang berisi sumsum merah yang memproduksi sel-sel darah sebagai organ kemopoitik, dan dapat ditemukan di epifisis tulang panjang, tulang pendek atau pipih, dan tulang vertebra.

Beberapa jenis tulang keras berasal dari tulang rawan, contohnya tulang pipa. Bagian tengah tulang merupakan awal tempat mengendapnya kalsium dan fosfat, hingga akhirnya matriks tulang mengeras. Proses penulangan ini disebut asifikasi.

Struktur Tulang Panjang

Rujukan

Syamsuri, Istamar. IPA Biologi. Jakarta: Erlangga.

Mengenal Macam-macam Sendi Pada Manusia dan contohnya


Tulang-tulang penyusun rangka saling berhubungan. Hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain disebut sendi atau artikulasi. Sendi dapat diklasifikasikan menurut kemungkinan geraknya yakni sendi mati atau sendi fibrosa (sinartrosis) merupakan sendi yang tidak dapat bergerak, sendi kaku atau sendi kartilaginosa (amfiartrosis) merupakan sendi yang dapat bergerak sedikit, dan sendi gerak atau sendi sinovial (diartrosis) merupakan sendi yang dapat digerakkan dengan bebas.

Sendi mati / sendi fibrosa

Sendi fibrosa tidak memiliki lapisan ulang rawa, dan tulang yang satu dengan tulang lainnya dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa. Perlekatan tulang tibia dan fibula bagian distal adalah salah satu contoh dari sendi fibrosa. Contoh lainnya, terletak pada hubungan antartulang penyusun tengkorak.

Sendi kartilaginosa / sendi kaku

Sendi kartilaginosa merupakan sendi yang sendi-sendi ujung tulangnya dibungkus oleh rawan hialin, disokonh oleh ligament dan hanya dapat sedikit bergerak. Contohnya,  terletak pada hubungan antarruas tulang belakang, antartulang pergelangan tangan, dan antartulang rusuk dan tulang dada.

Sendi sinovial /sendi gerak

Sendi sinovial merupakan sendi-sendi yang dapat digerakkan. Sendi-sendi memiliki rongga sendi dan permukaan sendi dilapsi rawan hialin. Sinovium menghasilkan cairan yang sangat kental yang membasahi permukaan sendi. Cairan sinovium pada kondisi normalnya bening, tidak berwarna kuning, dan tidak membeku. Jumlah cairan sinovial yang ditemukan pada tiap sendi yang normal berkisar 1 sampai 3 ml. Bagian cair dari cairan sinovial berasal dari transudat plasma. Cairan sinovial juga bertindak sebagai sumber nutrisi bagi rawan sendi.

Berdasarkan arah geraknya, sendi sinovial dibagi dalam 5 jenis, yakni sendi engsel, sendi putar, sendi peluru, sendi pelana, dan sendi luncur.

Macam-macam sendi sinovial / sendi gerak

Sendi Engsel

Jenis sendi ini memiliki gerak dua arah, seperti pintu sehingga disebut sendi engsel. Contohnya, terletak pada hubungan antarruas jari-jari kaki, antarruas tulang jari-jari, sendi di lutut, dan sendi di siku.

Sendi Peluru

Sendi peluru memungkinkan terjadinya gerakan tulang ke segala arah. Hal ini disebabkan bonggol sendi yang bentuknya seperti bola (peluru) masuk ke dalam cawan sendi dari tulang yang lain. Contohnya, terletak pada hubungan antar tulang gelang bahu dengan tulang lengan atas, hunbungan antar tulang gelang panggul dengan tulang paha.

Sendi putar

Sendi ini memiliki hubungan dua tulang yang satu dapat berputar mengitari tulang yang lain sehingga disebut sendi putar. Contohnya, hubungan antar tulang atlas dan tulang pemutar pada leher sehingga kepala dapat bergerak berputar, dan juga hubungan antar tulang hasta dan tulang pengumpil.

Sendi luncur

Permukaan sendi ini datar sehingga memungkinkan gerkan ke depan – belakang atau kiri – kanan. Contohnya, terletak pada hubungan antar tulang penyusun telapak tangan atau telapak kaki, juga pada hubungan antar tulang belakang.

Sendi pelana

Sendi ini memiliki hubungan dua tulang, dimana yang satu dapat bergerak ke dua arah seperti orang yang naik kuda di atas pelana sehingga disebut sendi pelana. Contohnya, terletak pada hubungan antar tulang telapak tangan dengan ibu jari.

Rujukan

Syamsuri, Istamar. IPA Biologi. Jakarta: Erlangga.

Tulang Penyusun Rangka Tubuh Manusia

Rangka Tubuh Manusia

Rangka tubuh manusia tersusun atas beraneka macam bentuk tulang yang saling berhubungan. Sehingga, tulang merupakan komponen yang menyusun terbentuknya rangka. Sedangkan, hubungan antar tulang akan membentuk sendi (artikulasi). Rangka tubuh manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yakni tengkorak, rangka badan, dan anggota gerak.

Fungsi rangka tubuh manusia, antara lain sebagai berikut.

1.     Berfungsi sebagai tempat melekatnya otot.

2.     Berfungsi menegakkan badan, contohnya ruas tulang belakang.

3.  Berfungsi memberi bentuk badan, contohnya tulang pada tengkorang membentuk struktur wajah manusia

4. Berfungsi melindungi bagian-bagian tubuh yang penting, contohny tulang rusuk melindungi jantung dan tengkorang melindungi otak dan mata.

5. Berfungsi sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih, yakni didalam sumsum tulang.

6.    Berfungsi sebagai alat gerak pasif.

Rangka tubuh manusia

Macam-macam tulang penyusun rangka tubuh manusia

Tengkorak

Tengkorak sebagian besar tersusub atas tulang-tulang yang pipih. Tulang tersebut bersambungan sedemikian rupa sehingga membentuk rongga. Rongga tersebut berisikan otak. Tulang tengkorak dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu tulang bagian kepala dan tulang bagian muka. Tulang tengkorak saling bersambungan rapat. Sebagian besar tulang tengkorak tidak dapat digerakkan, kecuali tulang rahang bawah yang dapat digerakkan terhadap tulang rahang atas yang terdapat pada tulang muka.

Tulang tengkorak

Rangka badan

Rangka badan terdiri atas ruas-ruas tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang gelang bahu, dan tulang panggul. Tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada membentuk rongga dada yang melindungi jantung dan paru-paru.

Tulang belakang

Tulang belakang memiliki karakteristik kuat tapi fleksibel untuk menyangga kepala. Ruas-ruas tulang belakang membentuk saluran sumsusm tulang belakang. Rulang belakang tersusun atas  33 ruas yaitu: 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 . ruas tulang kelangkang, dan 4 ruas tulang ekor.

Ruas tulang leher yang pertama disebut atlas dan yang kedua disebut tulang pemutar. Dua belas ruas tulang punggung merupakan tempat melekatnya 12 tulang rusuk. Kelima ruas tulang kelangkang pada orang dewasa telah menyatu. Begitupun dengan keempat ruas tulang ekor pada orang dewasa telah menyatu.

Ruas tulang belakang
Tulang dada dan tulang rusuk

Tulang dada

Tulang dada memiliki karakteristik berbentuk pipih panjangnya sekitar 15 cm. Tulang dada terletak di bagian tengah dada. Tulang dada mempunyai bagian hulu, badan, dan tajung pedang. Bagian hulu berhubungan dengan tulang selangka, sedangkan bagian badan berhubungan dengan 7 pasang tulang rusuk.

Tulang rusuk

Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang, yang dapat kita bagi atas tiga kategori, antara lain sebagai berikut.

a)  7 pasang tulang rusuk sejati. Bagian depan tulang rusuk ini melekat pada tulang dada dan bagian belakang melekat pada tulang punggung.

b)  3 pasang tulang rusuk palsu. Bagian depan tulang rusuk ini melekat pada tulang rusuk di atasnya dan bagian belakang melekat pada tulang punggung.

c)   2 pasang tulang rusuk melayang. Bagian depan tulang rusuk ini melekat pada tulang yang lain dan tulang belakang melekat pada tulang punggung.

Susunan rangka tubuh manusia

Gelang bahu

Gelang bahu terdiri atas tulang selangkang dan tulang belikat. Tulang selangkang memiliki jumlah sepasang yang terletak di sebelah kanan dan kiri. Tulang selangkang menghubungkan bahu dengan tulang dada pada bagian hulu. Tulang belikat juga memiliki jumlah sepasang yang terletak di sebelah kanan kiri tubuh bagian belakang. Tulang belikat memiliki karakteristik berbenuk pipih dan memiliki tonjolan yang disebut paruh gagak.

Gelang panggul

Gelang panggul terdiri atas  2 tulang usus (ilium), 2 tulang kemaluan, dan 2 tulang duduk yang bergabung menjadi satu.

Tulang anggota badan

Tulang anggota badan terdiri atas tulang lengan dan tulang tungkai. Tulang lengan berhubungan dengan gelang bahu. Tulang tungkai berhubungan dengan gelang panggul. Tulang tungkai menyangga tubuh untuk berdiri sehingga kita dapat bergerak secara bebas.

Tulang anggota badan: tulang lengan dan tulang tungkai

Rujukan

Syamsuri, Istamar. IPA Biologi. Jakarta: Erlangga.


Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Tahapan perkembangan manusia dibagi menjadi dua, yaitu tahap perkembangan sebelum dilahirkan dan tahap perkembangan setelah dilahirkan. Setiap tahapan ini memiliki ciri-ciri tersendiri. Berikut ini tahapan perkembangan pada manusia.

Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dalam Kandungan

Selama di dalam kandungan manusia berada dalam tahapan embrio. Embrio berasal dari zigot yang dihasilkan pada proses pembuahan. Kemudian zigot mengalami pembelahan berkali-kali hingga terbentuk embrio. Pada tahapan berikutnya, embrio dibungkus oleh selaput hingga terbentuk plasenta. Plasenta berfungsi untuk mendapatkan makanan dari ibunya. Embrio ini kemudian disebut dengan janin atau fetus. Masa janin berlangsung sampai sesaat sebelum dilahirkan. Pada masa janin, terjadi proses penyempurnaan jaringan dan organ dalam serta terjadi pertumbuhan yang pesat.

Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim

Pertumbuhan daan perkembangan janin terjadi dalam tiga tahapan utama, yaitu sebagai berikut

1.    Trimester I, dimulai dari terbentuknya zigot sampai dengan usia janin tiga bulan. Pada tahap ini, perkembangan terpusat pada organ otak, jantung, dan paru-paru.

2.   Trimester II, tahap ini berlangsung dari bulan keempat hingga bulan keenam. Pada tahap ini, pertumbuhan terpusat pada anggota tubuh seperti kaki, tangan, jari-jari.

3.   Trimester III, berlangsung dari bulan tujuh hingga kelahiran. Pada tahap ini pertumbuhan janin telah lengkap. Jika janin terpaksa dilahirkan pada tahap ini, maka ia sudah dapat hidup dan dibesarkan di luar rahim dengan alat bantu.

 

Tahap perkembangan manusia dalam kandungam berlangsung lebih kurang 266 hari atau sekitar 9 bulan. Berikut ini beberapa peristiwa penting dalam perkembangan embrio dalam rahim.


Tabel Perkembangan Embrio Manusia

Waktu setelah pembuahan

Peristiwa yang terjadi

24 jam

Embrio membelah menjadi dua sel

3 hari

Morula sampai ke rahim

2,5 minggu

Jaringan pembentuk jantung mulai membelah, sel-sel darah terbentuk

3,5 minggu

Mata dan telinga awal mulai muncul, sistem pernapasan terbentuk

4 minggu

Kuncup alat gerak terbentuk, sel-sel otak mulai membelah

2 bulan

Sel-sel otot mulai membelah, tulang mulai mengeras

3 bulan

Jenis kelamin embrio sudah dapat dibedakan antara laki-laki dan perempuan

4 bulan

Wajah mulai tampak, otak mulai berkembang

Trimester III

Rambut tipis menyelimuti janin tapi kemudian rontok, pertumbuhan tubuh mulai pesat

266 hari

Kelahiran

(Sumber: Solomon et al. 2005)

Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia  Setelah Lahir

Perkembangan Manusia. Tubuh bertambah besar dan tinggi. Demikian  juga dengan organ tubuh

Masa balita (0-4 tahun)

Masa balita atau masa dibawah lima tahun merupakan awal masa pertumbuhan manusia di luar rahim. Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat. Ketika masih di dalam rahim, pertukaran gas terjadi melalui plasenta. Akan tetapi setelah bayi dilahirkan, paru-paru bayi mulai berfungsi sehingga pertukaran gas terjadi melalui paru-paru. Di dalam rahim, suhu tubuh konstan. Sedangkan di luar rahin, bayi mendapat pengaruh dari suhu lingkungan yang berubah-ubah. Kekebalan tubuh balita belum berkembang sempurna oleh sebab itu pada masa ini balita mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, perawatan bayi di bawah lima tahun memerlukan perhatian khusus. Kekebalan tubuh balita dapat dibentuk melalui imunisasi.

Masa kanak-kanak (5-11 tahun)

Pada masa ini telah diproduksi hormon seks namun dalam jumlah yang sedikit. Hormon adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh kelenjar buntu. Hormon beredar di dalam darah untuk mempengaruhi proses fisiologi dan perkembangan tubuh. Ada berbagai macam hormon di dalam tubuh, misalnya hormon pertumbuhan dan hormon seks. Pertumbuhan anak pada usia ini terlihat lebih cepat dan jelas.

Masa Remaja (12-17 tahun)

Pada masa perbedaan antara remaja pria dan remaja wanita sudah terlihat jelas. Hal tersebut disebkan oleh perbedaan hormon antara keduanya.

Remaja pria

Pada masa ini testis sudah mulai memproduksi hormon seks androgen. Hormon androgen ini memberikan pengaruh, baik secara fisiologis, anatomis, maupun psikologis pada remaja pria. Efek dari diproduksinya hormon ini antara lain suara membesar, rambut tumbuh di wajah (kumis, jenggot, dan di bagian tubuh lain), serta testis dan penis tumbuh, serta otot-otot membesar. Pada masa ini juga telah diproduksi sperma. Sperma yang berlebihan akan dibuang melalui mimpi basah.

Remaja wanita

Pada masa ini ovarium sudah mulai memproduksi hormos seks estrogen. Hormon estrogen ini memberikan pengaruh, baik secara fisiologis, anatomis, maupun psikologis pada remaja wanita. Efek dari diproduksinya hormon estrogen pada remaja wanita ini antara lain suara menjadi nyaring, buah dada dan pinggul membesar, vagina dan rahim tumbuh, muncul jaringan lemak di bawah kulit, tumbuh rambut di sekitar kemaluan, dan mulai mengalami menstruasi. Ini semua merupakan pertanda persiapan bereproduksi.

 

Menstruasi adalah peristiwa meluruhnya jaringan di dinding rahim karena tidak terjadinya pembuahan dalam rahim. Proses terjadinya menstruasi adalah sebagai berikut. Akibat adanya hormon dari dasar otak (hormon gonadotropin). Kadar estrogen yang dihasilkan ovarium meningkat dan sel telur (ovum) masak. Ovum yang dikeluarkan oleh ovarium bergerak munuu saluran telur (oviduk).

 

Meningkatnya hormon estrogen menyebabkan dinding di dalam rahim (lapisan endometrium) tumbuh. Dinding dalam rahim menebal dan dipenuhi pembuluh darah. Sebagai persiapan terjadinya pembuahan (fertilisasi). Embrio yang akan terbentuk akan dilindungi dan diberikan pasokan makanan oleh dinding dalam rahim.

 

Jika tidak terjadi pembuahan, ovum akan mati. Kadar homon estrogen menurun. Akibatnya, jaringan dan pembuh darah di dinding dalam rahim luruh mengelupas. Darah dan jaringan yang terlepas dikeluarkan dalam bentuk menstruasi. Jadi, ketika menstruasi, dinding dalam rahim mengalami luka. Beberapa wanita mengalami rasa sakit ketika menstruasi.

 

Masaknya ovum (terjadinya ovulasi) berulang rata-rata setiap 28 hari seklai, namun ada juga beberapa wanita yang mengalami kurang atau lebih dari 28 hari. Siklus ovulasi ini berakibat pada siklus menstruasi, yang juga berulang setiap 28 hari sekali.

Proses Terjadinya Menstruasi

Ciri-ciri psikologis remaja

Mulai tertarik kepada lawan jenis. Ketertarikan pada lawan jenis mulai terlihat pada masa ini. Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa masa remaja merupakan masa yang rawan akan berbagai pengaruh negatif. Oleh karena itu, perlu dihindari hal-hal yang berbau pornografi, narkoba, maupun pergaulan bebas. Masa remaja adalah masa persiapan menuju dewasa, jadi belum dapat dianggap dewasa, baik secara jasmani maupun rohani. Ini juga berarti seorang remaja belum siap untuk bereproduksi. Kehamilan yang terjadi pada masa ini dapat berpengaruh negatif pada remaja itu sendiri, keluarga, maupun keturunannnya.


Mencari identitas diri. Dalam usah mencari identitas diri, seorang remaja sering melakukan coba-coba. Sikap tersebut tidak selalu berdampak negatif justru dapat dikembangkan ke arah yang positif. Misalnya, sikap yang menentang suatu hal yang menurutnya tidak logis sehingga dapat mendorong mereka untuk membuktikan kebenaran ilmiahnya.

Masa Dewasa (18-40 tahun)

Masa dewasa seseorang dimulai pada usia 18 tahun hingga usia 40 tahun. Secara biologis. Masa dewasa ditandai dengan kesiapan bereproduksi dan secara psikologis memiliki kesiapan  dan kematangan mental. Pertumbuhan fisik masih berlangsung hingga mencapai usia 22 tahun. Biasanya tinggi dan berat badan konstan dan mulai bertambah berat setelah mencapai usia 32 tahun. Kematangan mental pria dicapai setelah berusia 25 tahun, sementara wanita lebih cepat dari itu.

Masa Manula (>40 tahun)

Manua (manusia usia lanjut) dimulai pada usia 40 tahun. Pada masa ini, pertumbuhan sel-sel tidak secepat pengausan sel-sel sehingga terjadi kemunduran fungsi-fungsi organ tubuh. Organ tubuh yang biasanya mengalami kemunduran fungsi lebih awal adalah mata, telinga, dan otot.

 

Pada wanita, biasanya hormon estrogen menurub sejak masuk masa ini. Akibatnya, ovulasi menurun dan siklus menstruasi terganngu. Kemampuan bereproduksi menurun dan jika terjadi kehamilan pada masa ini, biasanya memiliki resiko yang tinggi. Menurunnya produksi estrogen dapat berpengaruh pula pada bagian tubuh lainnya. Elastisitas kulit menurun dan terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis). Pada pria, kemampuan menghasilkan sperma terus berlanjut tanpa batas. Walau demikian, kualitas sperma yang dihasilkan sudah menurun. Bayi yang dihasilkan dari pria manula sering mengalami kelainan fisik atau mental.

Rujukan

Istamar Syamsuri, dkk. 2007. IPA Biologi. Jakarta: Erlangga.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu ciri organisme. Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran atau volume dan jumlah sel yang tidak dapat kembali atau dikenal dengan istilah irreversibel. Artinya, organisme yang telah tumbuh tidak akan kembali ke ukuran semula. Perkembangan adalah suatu perubahan teratur dan sering kali menuju ke keadaan yang lebih kompleks atau kedewasaan. Perkembangan juga dapat dikatakan sebagai suatu seri perubahan pada organisme yang terjadi selama daur hidupnya yang meliputi pertumbuhan dan diferensiasi. Perbedaan lain dari pertumbuhan dan perkembangan adalah pertumbuhan dapat diukur sedangkan perkembang tak dapat diukur. Disamping itu pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup berlangsung bersamaan.

Pertumbuhan dan Perkembangan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar antara lain makanan, air, cahaya, dan lingkungan. Sedangkan faktor dalam antara lain gen dan hormon.

Faktor Luar

Makanan dan air

Tumbuhan dan hewan memperoleh makanan dengan cara yang berbeda. Zat makanan sebagai sumber energi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Hewan mendapatkan makanan dari tumbuhan dan hewan lain. Sementara tumbuhan dapat membuat makannya sendiri melalu proses fotosintesis. Tumbuhan membutuhkan zat anorgani yang umunya diambil dari dalam tanah dalam bentuk ion, dan CO2 diambil dari udara. Beberapa unsur dibutuhkan dalam jumlah banyak yang biasa disebut unsur makro atau makronutrien, C (karbon), P (fosforus), dan Mg (magnesium). Sedangkan unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro atau mikronutrien, misalnya Zn (zink), Mn (mangan), dan Ca (kalsium).

Tumbuhan yang kekurangan makanan akan terhambat pertumbuhannya. Contohnya, kekurangan zat besi dan magnesium mengakibatkan klorosis. Klorosis menyebabkan tumbuhan berwarna pucat dan akhirnya mati. Kekurangan fosforus mengakibatkan daun berbercak kemerahan yang selanjutnya menyebabkan daun cepat rusak.

 

Pengambilan garam mineral dari dalam tanah pada umumnya bersamaan dengan pengambilan air. Air sangat berperan penting sebagai bahan pelarut bagi kebanyakan reaksi dalam tubuh makhluk hidup. Pada tumbuhan, kekurangan air  akan meningkatkan sintesis abisin, yaitu suatu hormon yang dapat menghambat pertumbuhan. Sebaliknya, sintesis hormon pertumbuhan tumbuhan lain seperti auksin, giberelin, dan sitokinin, akan terhambat.

 

Gambar (a) tanaman sehat, (b) tanaman yang kurang magnesium daunnya berwarna  pucat, dan (c) tanaman yang kurang fosfat daunnya kemerahan dan akarnya tidak berkembang

Cahaya

Cahaya diperlukan oleh semua makhluk hidup. Pada tumbuhan, cahaya dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Oleh karena itu, cahaya berpengaruh langsung pada ketersediaan makanan pada tumbuhan hijau. Klorofil dibentuk dari hasil fotosintesis dan berpengaruh secara langsung  terhadap pertumbuhan setiap organ atau terhadap keseluruhan tumbuhan. Tumbuhan yang tidak mendapatkan cahaya yang cukup tidak dapat membentuk klorofil, mengakibatkan daun berwarna pucat. Sebaliknya, tumbuhan yang mendapatkan intesitas cahaya yang terlalu banyak dapat merusak klorofil.

 

Pengaruh cahaya yang dapat kita amati secara nyata yakni dengan membandingkan satu jenis tumbuhan yang tumbuh pada lingkungan yang memiliki cahaya yang normal dan tumbuhan yang tumbuh pada lingkungan yang gelap. Tumbuhan yang berada  di tempat gelap akan lebih cepat tumbuh tinggi dibandingkan tumbuhan yang berada di tempat terang. Namun tumbuhan di tempat gelap tampak kuning pucat, kurus,  dan daunnya tidak berkembang. Tumbuhan seperti ini dinamakan mengalami etiolasi.

 

Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya untuk pertumbuhannya, terutama untuk pembentukan tulang. Cahaya matahari berfungsi untuk mengaktifkan provitamin D yang ada di kulit menjadi vitamin D untuk kekuatan tulang.

 

Suhu

Semua makhluk hidup memerlukan suhu tertentu untuk kelangsungan hidupnya. Suhu mempengaruhi kerja enzim. Pada tumbuhan, perubahan suhu dapat mempengaruhi pertumbuhan, reproduksi, fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses tersebut. Suhu optimum untuk pertumbuhan tumbuhan adalah 10-38oC. Umumnya tumbuhan tidak dapat tumbuh pada suhu 0oC dan di atas 45oC.

 

Selain tumbuhan, suhu juga mempengaruhi hewan. Hewan berdarah dingin (poikilotermik) harus berjemur di bawah sinar matahari untuk menaikkan suhu tubuhnya agar proses metabolisme dalam tubuhnya dapat berlangsung. Suhu normal tumbuh bagi manusia adalah 36,89 oC dan naik turunnya berkisar antara 36,11oC – 37,22 oC. Jika suhu tubuh rendah atau lebih tinggi dari kisaran tersebut, akan memberikan efek yang tidak nyaman pada tubuh.

Kadal berjemur untuk menaikkan suhu tubuhnya

Oksigen

Oksigen diperlukan untuk pernapasan makhluk hidup. Oksigen digunakan untuk membakar zat makanan yang menghasilkan energi. Energi tersebut digunakan untuk tumbuh, bergerak, berpikir, dan melakukan kegiatan lainnya. Tanah yang gembur banyak mengandung oksigen yang diperlukan untuk pernapasan tumbuhan.

 

Kelembapan

Pada tumbuhan, udara yang lembap mencegah proses penguapan air, sehingga pernyerapan air dan garam mineral dari dalam tanah semakin sedikit. Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan meningkat sehingga penyerapan air dan garam mineral dari dalam tanah pun semakin banyak. Keadaan ini akan memacu pertumbuhan.

 

Kandungan zat organi di dalam tanah juga dipengaruhi oleh kelembapan tanah. Semakin tinggi kandungan bahan organik dalam tanah, makin banyak pula jumlah air yang dapat diikat. Keadaan ini membuat struktur tanah menjadi lebih gembur.

 

Faktor Dalam

Gen

Gen terdapat pada kromosom dan bertanggung jawab dalam pewarisan sifat melalui perkembangbiakan. Gen juga berperan sebagai pembawa kode untuk membentuk protein,enzim, dan hormon. Ketiganya penting dalam reaksi metabolisme untuk mengatur pertumbuhan.

 

Setiap sel hidup pada organisme akan mewarisi perangkat genetis dari induknya. Informasi genetis yang diterima oleh setiap sel pada saat pembelahan sel harus tepat agar setiap organ dapat berkembang  dengan tepat. Jadi, pola pertumbuhan dan perkembangan ditentukan oleh gen.

 

Hormon

Hormon mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Hormon pada tumbuhan disebut fitohormon. Peran hormon tumbuhan adalah merangsang pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel. Contoh fitohormon antara lain auksin, giberelin, sitokinin, etilen, asam traumatin, dan kalin. Ada pula hormon yang menghambat pertumbuhan, contohnya asam absisat.

 

Pada manusia, hormon pertumbuhan atau somatotrof  berperan penting dalam pertumbuhan. Hormon ini mempengaruhi pertambahan tinggi sesorang. Orang yang kekurangan hormon ini bisa menjadi kerdil. Sebaliknya orang yang kelebihan hormon ini akan mengalami pertumbuhan raksasa atau gigantisme. Hormon somatotrof juga dapat meningkatkan pembelahan sel, sintesis protein, dan pertumbuhan tulang. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pituitari bagian depan.

Kelebihan hormon pertumbuhan menyebabkan gigantisme

 

Perkembangan sifat seks juga dikendalikan oleh hormon. Hormon testosteron yang dihasilkan oleh testis, berpengaruh pada pertumbuhan ciri kelamin sekunder pria, misalnya tumbuhnya kumis, otot yang tebal, tumbuhnya jakun, serta suara menjadi besar. Hormon estrogen yang dihasilkan wanita merangsang  berkembangnya ciri-ciri kelamin sekender wanita, misalnya tumbuhnya kelenjar susu, penebalan dinding uterus, dan kulit yang halus.

 

Pertumbuhan pada manusia terjaddi secara bertahap sesuai dengan usia. Pada anak-anak, ada organ-organ yang belum aktif dan akan aktif menjelang masa dewasa. Seperti pada hewan, masa pertumbuhan manusia ada batasnya. Pada laki-laki, umunya pertumbuhan akan terhenti pada usia kurang lebih 22 tahun, sedangkan pada perempuan pada usia 18 tahun.

 

Rujukan

Syamsuri, Istamar, dkk. 2007. IPA Biologi. Jakarta: Erlangga.